Twitter Updates

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label keaksaraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keaksaraan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Tiga Persoalan dalam Pendidikan Keaksaraan


Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Ilustrasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerhati pendidikan Arief Rachman menekankan, pengentasan buta aksara jangan hanya berfokus pada hal-hal yang bersifat kuantitatif. Hal yang lebih penting, menurutnya, hal-hal yang sifatnya kualitatif.
"Evaluasi kualitatif itu umpamanya sikap seseorang. Itu kan harus dievaluasi. Sikap daerah terhadap membaca itu baik atau tidak. Itu yang selama ini tidak dihitung. Yang dihitung itu kuantitatif saja, berapa orang yang sudah bisa baca, dan sebagainya," kata Arief, Jumat (21/10/2011).
Saat ini, menurut data pemerintah, terdapat 8,3 juta atau 4,6 persen dari total jumlah penduduk masih belum menguasai baca dan tulis. Sebagian dari jumlah tersebut adalah mereka yang berada di usia lanjut, atau di atas 40 tahun.
Menurut Arief, ada tiga

Keaksaraan Fungsional

Keaksaraan Fungsional adalah sebuah usaha pendidikan luar sekolah dalam membelajarkan warga masyarakat penyandang buta aksara agar memiliki mampu menulis, membaca dan berhitung untuk tujuan yang pada kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, untuk peningkatan mutu dan taraf hidupnya.

Prioritas usia penyandang buta aksara berusia 15-50 tahun pada pemberantasan buta aksara melalui program keaksaraan fungsional. Buta aksara adalah

Pemberdayaan Perempuan Melalui Keaksaraan Fungsional Berbasis Kecakapan Hidup

Peningkatan kualitas hidup, peran perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Perempuan sebagai sumberdaya manusia masih membutuhkan upaya-upaya pemberdayaan. Lantas, ada apa dan kenapa dengan perempuan?

Penanggulangan Buta Aksara Harus Merata


Penanggulangan Buta Aksara Harus Merata
Dinilai belum menyentuh masyarakat perkotaan yang penduduknya padat, Lembaga Swadaya Manusia (LSM) Amanat Muda Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), meminta program penanggulangan buta aksara di Sulbar dilakukan secara merata.
“Jangan dikira seluruh

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More